Lapangan rumput sintetis semakin umum dan digunakan dalam olahraga sehari-hari. Sistem lapangan olahraga rumput sintetis yang lengkap terutama terdiri dari lapisan dasar, lapisan bantalan, dan lapisan rumput. Fondasi bukan hanya salah satu langkah terpenting dalam pemasangan rumput sintetis, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi untuk seluruh lapangan. Kualitasnya secara langsung memengaruhi kinerja dan umur lapangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memprioritaskan fondasi lapangan rumput sintetis. Berikut adalah pengenalan singkat beberapa jenis fondasi umum yang saat ini digunakan di lapangan olahraga rumput sintetis.
1. Pondasi Beton Semen
Kerataan: Tingkat kelulusan kerataan harus di atas 95%, dengan toleransi 3 mm pada penggaris 5 meter.
Kemiringan: 3‰-4‰ di tengah, dengan desain drainase berbentuk punggung kura-kura. 8‰ untuk bagian melengkung, 5‰ untuk bagian lurus, dan 5‰ untuk area setengah lingkaran. Permukaan harus rata, halus, dan memiliki drainase yang baik.
Kekuatan dan Stabilitas: Permukaan harus seragam dan padat, bebas dari retakan atau tepi yang rusak, dengan sambungan yang lurus dan halus. Potong menjadi bagian-bagian berukuran 6m x 6m. Lapisan dasar harus dipadatkan hingga kepadatan lebih dari 95%. Setelah menggunakan alat pemadat berat, pastikan permukaan bebas dari tanah gembur dan bekas roda yang terlihat.
Periode Pemeliharaan: Periode pemeliharaan pondasi adalah 21 hari.
Penentuan Posisi: Untuk konstruksi dan penandaan yang akurat, gunakan spidol yang kokoh dan jelas untuk menandai semua garis di lokasi proyek.
2. Pondasi Aspal
Kerataan: Tingkat kelulusan kerataan harus di atas 95%, dengan toleransi 3 mm pada penggaris 3 meter.
Kemiringan: <1% secara horizontal, <1‰ secara vertikal, dan <4‰ di area lompat tinggi. Permukaan harus rata dan halus untuk memastikan drainase.
Kekuatan dan Stabilitas: Material aspal sebaiknya bebas lilin atau rendah lilin. Permukaan pondasi harus dipadatkan sepenuhnya untuk memastikan permukaan yang halus, bebas retak, bebas dari tepi yang lapuk, dan sambungan yang halus dan rata.
Periode Pemeliharaan: Periode pemeliharaan pondasi adalah 28 hari. 3. 37 Pondasi Tanah Kapur
Proporsi Material: Material tanah harus berupa tanah liat berbutir halus dengan ukuran partikel tidak lebih dari 15 mm, kadar sulfat kurang dari 0,8%, dan kadar bahan organik kurang dari 10%. Gunakan bubuk kapur hidrat minimal Grade III. Setelah memilih tanah dan kapur yang memenuhi syarat, lakukan uji pemadatan tanah-kapur 3:7 setiap 5.000 m³ (pemadatan berat) untuk memastikan pengendalian mutu konstruksi.
Kadar Air: Mengontrol kadar air merupakan langkah penting. Secara umum disarankan untuk menjaga kadar air antara 20% dan 23%, dengan maksimum tidak lebih dari 24%. Sebelum konstruksi, parameter seperti kisaran kontrol kadar air tanah, ketebalan lapisan kapur-tanah, dan koefisien pemadatan dan penggilasan harus ditentukan berdasarkan karakteristik proyek, faktor pemadatan yang dirancang, jenis tanah, dan kondisi konstruksi.
Standar Pemadatan: Faktor Pemadatan K ≥ 0,95
Waktu posting: 30 September 2025
